Tidak apa – apa tidak sempurna

Tahun 2022 ialah salah satu tahun tersibuk dalam hidup saya. Waktu berlalu begitu cepat. Sebelum saya sempat melakukan refleksi dan belajar dari suatu peristiwa, saya harus segera beralih ke kegiatan lain. Saya tidak bisa berpikir dengan dalam dan mencerna apa yang sedang terjadi, apa yang Tuhan inginkan untuk saya pelajari.

Mengapa kehidupan saya berputar begitu cepat? Salah satu penyebab yang saya temukan ialah: saya memiliki kecenderungan untuk menuntut diri sendiri sempurna. Saya ingin pada semua bidang yang saya lakukan, saya memberikan yang terbaik. Menggunakan semua waktu, energi, konsentrasi saya untuk hal tersebut. Saya punya kecenderungan perfeksionis.

Saat saya belum berkeluarga, atau saat tanggung jawab pekerjaan saya masih rendah, hal di atas tidak menjadi masalah besar. Namun kecenderungan perfeksionis ini akan sangat membebani saya saat ada sangat banyak tugas yang harus saya kerjakan (tahun lalu saya menjadi kaprodi dan koordinator untuk pelayanan dengan scope yang luas). Akibatnya, saat banyak hal kurang sempurna, saya merasa malu, marah pada diri sendiri, dan menjadi makin kurang bersemangat untuk menyelesaikan tugas. Sehingga pada akhirnya ada tugas – tugas yang terbengkalai atau terselesaikan dengan kualitas buruk.

Read more