Sudah lama saya ingin menulis tentang penelitian saya dalam bahasa yang sederhana di blog ini, namun belum ada ide yang pas … sampai hari ini. Saya ingin menyampaikannya sambil berbagi tentang bagaimana cara saya untuk menyukai (dan menikmati) topik penelitian saya.
Topik penelitian saya
Sebelumnya saya ingin “mengaku dosa”: saya tidak menemukan sendiri topik penelitian saya. Setelah setahun lebih bergelut dengan (sekitar) lebih dari 100 paper, saya tetap tidak dapat menemukan topik yang cocok dengan saya dan “direstui” oleh profesor. Saya hanya menemukan “arah”, bahwa penelitian saya akan terkait dengan penerapan machine learning di robot dengan memanfaatkan physics simulator untuk mempercepat proses belajar. Namun sampai Annual Progress Review (APR) yang pertama, saya tidak memiliki research problem yang kuat untuk dipecahkan.
Beberapa hari sebelum sidang APR, profesor saya secara literal menyatakan dengan “berat hati” mengusulkan research problem yang bisa saya gunakan. Pada waktu yang sama beliau sedang mengajukan research grant yang (entah kebetulan atau tidak) menggunakan teknik yang saya ajukan di proposal. Mengapa dengan “berat hati”? Karena di Australia, sangat umum bagi mahasiswa Ph.D. untuk memilih topik penelitian sendiri dengan bebas, tidak harus mengikuti arahan profesor. Mungkin juga beliau agak kecewa dengan kemajuan saya. Apapun alasannya, untuk saya pribadi, arahan ini sangat penting artinya (meski di dalam hati saya merasa gagal dan khawatir), namun karena keterbatasan pemahaman yang mendalam (akibat lintas jurusan) plus durasi beasiswa yang sangat singkat, saya menyetujui untuk mengikuti arahan beliau.









